John Maple

Gesang Martohartono Sebuah Legenda Maestro Keroncong

Posted on: 19 Desember 2009


Gesang Martohartono pencipta lagu Bengawan Solo. Lagu merupakan bahasa umu yang melintasi dunia. Lagu yang telah menjembati pertukaran kebudayaan pada akar rumput antara Jepang dan Indonesia.

Dan, tak banyak pula dari penyanyi atau pemusik Indonesia yang bisa bertahan hingga usia 85 tahun. Gesang bahkan telah membuktikan bahwa dalam usianya yang ke 85 tahun, masih mampu merekam suaranya. Rekaman gesang sudah empat kali di produksi PT GMP, yaitu pada 1982, 1988, 1999, dan 2002. dari 14 lagu dalam rekaman compact disk (CD), enam diantaranya merupaka lagu yang belum pernah direkam. Yaitu seto Ohashi (1988), tembok besar (1963), Borodudur (1965), Urung (1970), pandan wangi (1949) dan Swasana desa (1939). Selebihnya lagu lagu lama karya gesang, yang temanya menyinggung usia desang yang sudah senja seperti Sebelum Aku Mati, Pamitan, dan tentunya saja Bengawan Solo.
Ini memang lebih sebagai album penghormatan atas sebuah legenda dari pada sebuah produk yang tak punya selling point. Dalam album ini suara gesang agak tergolong karena didampingi penyanyi penyanyi kondang: Sundari Soekotjo, Tuty, Tri Sedya, Astri Dewi, Waldjinah
“Terus Terang suara saya jelek. Apalagi saat rekaman itu saya sedang sakit batuk, sehingga terpaksa diulang ulang hingga, ya, lebih lumayan.” Ungkap Gesang polos. Meneurut dia, sebenarnya aransemen dan iringan musik oleh Orkes Keroncong Bahana itu dia rasa kurang cocok untuk kondisi vokalnya.

Sudah lima tahun terakhir, perayaan HUT Gesang diadakan di hotel yang sama. Penyelenggaraannya gabung dari anggota keluarga Gesang dan Yayasana Peduli Gesang (YGP) dari Jepang. YGP semula merupakan wadah sejumlah waraga Jepang yang memiliki penghormatan khusus pada Gesang, dan mereka menghimpun dana untuk membantu kehidupan Gesang,

Menyebut kekaguman terhadap Gesang sebagai sebuah legenda rasanya tidak adil tanpa menyebut peran PT Gema Nada Pertiwi yang dipimpin Hendramin Susilo (57). “ Saya termasuk warga keturunan, tetapi saya cinta negeri ini, dan menyukai lagu lagu daerah di sini seperti gending, dengung, lagu lagu Tapanuli, terutama keroncong.” Ungkapnya. Hendramin mengaku, kecintaannya pada musik keroncong seperti sudah mendarah daging, dan karena itu ia siap berkorban. Ia juga menghormati Gesang, bahkan telah menganggap sebagai “orang tua”-nya. Kalau bukan sekedar rasa kagum dan penghargaan yang mirip mitis, rasanya memang tak masuk akal sebuah perusahaan rekaman memproduksi album rekaman musik keroncong. “Apalgi di masa suli sekarang ini.” Kata Hendramin.
Ditambahkan, kalau Cuma dihitung dengan ilmu dagang, memproduksi album keroncong jelas merugi. Tentang besar prosentase pemasaran album musik keroncong, missal disbanding musik pop. Hendramin bertamsil,” Wah, kita harus menggunakan kaca pembesar untuk bisa melihatnya.”
Sebagai gambaran rekaman Album Emas Gesang (1999) Cuma laku 7000 kaset dan 1000 CD. Bandingkan dengan musik pop Indonesia yang kalau meledak, isa mencapai 40000 keping. “Tetapi, dalam hidup ini ka nada harga yang lain,. Yakni ketika kita dihargai oleh orang lain, seperti penghargaan orang Jepang terhadap Pak Gesang itu. Macam itu tidak bisa dinilai dengan uang saja,” katanya.
Hendramin juga menyebutkan, gesang dengan Bengwan Solonya juga cukup dikenal pula di daratan Tiongkok. Dalam kaitan itu ia mentebut jasa Bang Karno yang pada masa lalu sering membawa misi kesenian ke RRC, juga Vietnam dan Negara Asia Tenggara yang lain.
“Bengawan Solo” masuk ke jepang untuk pertama kali sekitar setengah abad yang lalu di kala masa perang. Pada waktu itu tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, lagu itulah yang dari Radio terdengar secara luas di kalangan serdadu JEpang serta orang orang Jepang yang berada disini.
Usai perang, berkat para tentara Jepang dan orang orang perusahaan dagang Jepang yang pulang kembali kenegrinya, lagu tersebut kerap terpelihara eksitensinya, bahkan “Bengawan Solo” merupakan lagu rakyat yang komposisinya tidak dikenal, berlangsung cukup lama. Akan tetapi ada orang orang Jepang yang berdaya upaya bagi terjalinnya pertukaran antar rakyat bisa dengan Indonesia, merka mencari melodi melodi indah dari negeri negeri lain dan membantu para komponis yang terlupakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Contact Person

Jhon Maple

Juni Eko Kuncoro 085725476726

jek.100webspace.net

Daftar Pengunjung

Visitor

free counters

Patner

Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service
ilmuwebsite.com
ilmuwebsite.com

tutorial ilmu grafis indonesia
ilmugrafis indonesia

Info-Berita Cas Cus

O’clock

Calender Hijriah

favorit

RSS Olah raga

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Berita Terkini

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Detik.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Sekilas info

RSS Selebrity Info

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Kalender

Desember 2009
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 2 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: